Social Icons

Liburan Absurd, Numpang Tidur Doang #Throwback Day 1 - Part 2

PLANE LIKE A BUS, LOSARI FOR THE FIRST SIGHT

Naik bis

Jeng jeng... Hal paling unforgettable moment sepanjang perkancahan naik pesawat pun terjadi. Saya sebelumnya bingung kenapa kok masuk pesawat saja lama sekali saya tertahan di pintu, apa yang bikin saya tersendat begitu lama. Rupanya masih banyak penumpang pesawat yang duduk tidak sesuai dengan nomor manifest yang tertera. Seperti naik bus bahasa kasarnya, siapa yang masuk dulu dia yang duduk disitu, wahahaha.... pramugari sampai kualahan mengatur penumpang yang ngeyel nggak mau diatur. Yah pengalaman ini gak bakal bisa saya lupain, lucu banget, riweh sekali. Ada juga yang riweh nggak mau pisah sama bapaknya, aduhai.... Tapi yang begini ini yang unforgettable moment

Akhirnya yang saya takutkan terjadi, wahaha leg room tidak lega dan super super mentok, wah bakal sengsara nih duduk nyangkut selama penerbangan.

Leg Room Mentok

Setelah sekian lama, akhirnya kita terbang, Yeeepeee... Welcome to Sultan Hasanuddin Internasional Airport. Satu setengah jam perjalanan waktu normal tanpa ada hambatan. Akhirnya kaki saya menyentuh daratan Sulawesi. Karena nggak bawa bagasi saya langsung pergi keluar, sambil tanya-tanya dimana beli tiket Bus Damri. Oh ya, Bandara Sultan Hasanuddin ini nggak di pusat kota Makassar loh, tapi secara administratif masuk Kabupaten Maros, ya kabupaten sebelah lah. Jadi jauh dari kota.

Landed in Makassar

Damri adalah sarana termurah untuk mencapai kota Makassar, hanya dengan 27.500 Rupiah saja sekali jalan, Yang patut di ingat, saya nggak menemukan rute peta Bis Damri tersebut, yang tertera di kaca bis hanya nama jalan. Karena saya bisa membaca peta, saya tau dimana akan turun. Namun buat yang nggak tau jalan atau belum bisa baca peta harus bertanya daripada turun jauh dari destinasi yang di tuju.

Interior Bus DAMRI


Tujuan saya adalah Jalan Penghibur, jalan dimana Pantai Losari berada. Saya turun di Jalan Ribura'ne yang juga merupakan pol bus di daerah kota. Setelah turun di lanjutkan dengan berjalan kaki saja sambil memegangi ponsel pintar dengan Google Maps yang terbuka. Jalan kearah yang dituju dan saya melewati Benteng Ford Rotterdam dan kemudian Pantai Losari. Beberapa kali ditawari Daeng Becak untuk naik becak saya tolak, bukan nggak mau, tapi takut dimahalin karena budget paspasan. hahaha...

Jalan Penghibur

Begitu melihat air laut dan tulisan "PANTAI LOSARI" dari kejauhan, halam hati udah jingkrak-jingkrak kegirangan, nggak karuan senangnya akhirnya bisa ada di tempat ini. Pantai Losari sudah ketemu, tinggal hotel yang letaknya depan pantai nih yang belum nemu, jalan kaki saya teruskan, tiba tiba ada bapak-bapak manggil saya

"Mas, mas"
"Iya pak, ada apa?" sahut saya
"Bisa minta tolong fotokan bapak nggak" Sambungnya
"Bisa pak"

Ternyata si bapak minta di foto, saya udah negatif thinking duluan, saya pikir orang jahat. hahaha. Terus si bapak minta tolong ajarin gimana caranya rekam video. Yah namanya orang tua nggak semuanya bisa dengan teknologi jaman sekarang. Lalu si bapak nanya

"Mas darimana?"
"Saya dari Balikpapan pak, Bapak?"
"Bapak dari Riau"
WOW jauhnya (Dalam Hati)
"Terus mau kemana ini?"
"Saya mau cari penginapan saya pak"
"Oh ya sudah silahkan dilanjut mas"


akhirnya saya berpisah dengan bapak tersebut, dan jeng jeng... ternyata penginapan yang saya cari percis di depan saya dan bapak tadi berbincang. Badan sudah keringatan karen ajalan lumayan jauh, saya langsung check in saja. Pengen lekas mandi dan istirahat sebentar lalu eksplor Pantai Losari for the first time.

Mandi sudah, ganti baju sudah, let's go hunt for the first time. Karena letaknya yang head to head dengan Pantai Losari, jadi cukup nyebrang saja. Akhirnya kesampaian kesini. Dan saya cukup suka, mengingatkan saya dengan Pantai Melawai di Balikpapan, yang jadi salah satu spot keramaian dengan nama pantai tapi nggak ada pasirnya. Hahaha.

Malam hari itu saya hanya habiskan di kamar saja, istirahat, dan beli Snack, hasrat makan pun tak ada karena bingung mau makan apa, jadinya di kamar aja tidur.

Saya menginap di The Pod, sebuah hotel bergaya dorm, jadi satu kamar bisa sampai 18 orang. Tapi jangan bayangkan kesannya kumuh dan jorok, karena super super bersih dan elegan banget. Dilengkapi dengan roof top untuk melihat view di sekitar, dengan harga 170 ribuan - 250 ribuan per malam, bisa jadi harganya lebih mahal daripada menginap di hotel konvensional, namun pengalaman bersosialisasi dengan orang baru menjadikan penginapan ini berbeda. Tapi sayangnya waktu saya nginap, saya satu satunya penghuni kamar disitu, jadinya sepi banget. Tapi ya sudah, show must go on.

Fascia The Pod House

Untuk bahasan penginapan akan saya bahas terpisah di lain waktu saja ya.

======

Okay hari pertama sudah selesai, mari kita list pengeluaran/ Itinerary hari itu.

Gojek =  Rp. 15.000
Tiket Penerbangan =  Rp. 432.627 (Lion Air)
Bus Damri = Rp. 27.500
Snack + Mineral water = Rp15.000
Penginapan = Rp. 176.649
KFC = Rp.40000

Grand Total Hari Pertama
Rp. 706.776,-
(Rp. 707.000,-)

==== Bersambung ke Day 2, Stay tune on Sabtu ====
>>>> Liburan Absurd Day 2  <<<<

1 komentar

  1. Harrah's Cherokee Casino Resort - Mapyro
    Discover Harrah's Cherokee Casino Resort, profile picture. Find address, 창원 출장안마 phone 삼척 출장안마 number, address, work-life 안양 출장마사지 balance, job title, 거제 출장샵 city, casino, restaurants. 세종특별자치 출장안마

    BalasHapus

Silahkan Komentar, Tanggapan, atau Membuka ruang diskusi, yang penting jangan ada iklan Viagra, Pinjam Duit, atau Nomor Togel Mbah Somplak -___-" Hahaha

My Instagram