Social Icons

Liburan Absurd, Numpang Tidur Doang #Throwback Day 1 - Part 1

SERBA DADAKAN



Sebenernya ceritanya udah lama sih, akhir april 2017 lalu, cumannya saya udah nggak aktif lagi nge blog karena riweh dengan blog yang lama, makanya sekarang bikin blog yang baru. Males ngurusin yang udah kusut, bikin mumet kepala, hahaha... Kembali ke topik.

Waktu itu udah mumet banget sama kerjaan, mumet, stress banget jadi saya mutuskan untuk ambil cuti 6 hari (+libur jadinya 10 hari). Cuti akhirnya di approval di akhir april, betul betul nggak tau mau ngapain dengan cuti yang saya ambil, yang penting saya istirahat hat hat, nggak mikirin kerjaan dan pengen melepas penat.

Tiba-tiba habis Isya iseng-iseng buka Traveloka. Gak ada angin nggak ada hujan akhirnya mutuskan buat ke Makassar karena selain murah karena jaraknya dekat dengan Balikpapan, penasaran banget juga sama Pulau Sulawesi. Padahal nggak ada dana rencana liburan dan dana liburan pun belum masuk anggaran. Mikir nekatnya adalah setengah duit pegangan untuk pergi kesana, sisanya karena bertepatan dengan gajian jadi pulangnya pakai duit fresh dari gajian.

Malam itu harga tiket fluktiatif, dari 400 ribu naik sempat jadi 900 ribu, eh pas cek lagi balik lagi ke 400 ribu. Finally, gentak, tiket di dapat, transfer, dan taraaa... tiket pergi sudah ditangan. dan ini sudah jam setengah sebelas malam. Karena nggak ada persiapan ya serba dadakan banget deh, langsung packing tengah malam itu juga, baju seadanya dengan backpack, kebetulan baju selesai di laundry, jadi banyak opsi baju yang akan di bawa. Mau tidur, rasanya nggak bisa tidur. Semua serba dadakan. Padahal penerbangannya pagi itu jam delapan. Takut banget yang namanya kesiangan.

Paginya alhamdulillah saya bangun subuh, padahal sudah khawatir banget kesiangan. Setelah sholat subuh ngecek lagi apa apa saja yang saya bawa apakah sudah masuk semua atau belum, rasanya dag dig dug gemetaran. Persiapan sudah, mandi sudah, kita chao ke Bandara dengan Go-Jek. Tentu alasannya selain murah juga bisa bermanuver kalau buru-buru. Di jembut sama babang Go-Jeknya, eh ternyata dia orang Bugis ji, banyak tanya deh sepanjang jalan, gimana cara manggil orang disana, tanya tempat wisatanya, banyak informasi dari babang gojek tersebut, termasuk berhati hati saat disana.


Sampai di Bandara Sepinggan saya langsung check in, ternyata masih sepi, saya datang satu jam lebih awal. Itu bagus daripada mepet-mepet. Ini adalah first time saya naik Lion Air, karena saya tau orang setinggi saya nggak akan nyaman duduk di Lion, jadinya kalau kemana-mana naik Citilink, Garuda, atau Sriwijaya demi mendapatkan leg room yang lega walaupun dikit. okeh balik, disini saya baru reservasi hotel, setelah mencari pilihan saya jatuh kepada The Pod hotel, macam hotel kapsul gitu dan letaknya pas di depan Pantai Losari, saya lock dengan harga 170 ribuan. Check in sudah, nggak bawa barang masuk bagasi, alhasil langsuang masuk ke ruang tunggu. Banyak sekali orang bugis yang akan naik pesawat (yaialah kan ke Sulawesi Selatan, hahaha).  Hal paling menjengahkan adalah ketika beberapa kali di minta pindah gate oleh petugas bandara, eh tau taunya kembali ke gate awal saya duduk tadi, kacau banget.

Saatnya boarding, seperti biasa saya akan selalu jadi orang paling belakang yang akan naik pesawat, karena buat saya nggak peduli masuk duluan atau nggak, kan berangkatnya sama aja, hahaha, ya. Tapi ternyata masih ada aja yang rela memotong antrian orang lain untuk naik pesawat, hahay... Tapi yasudah lah ya... Pesawat ternyata nggak parkir di samping garbarata, sehingga harus jalan kali menuju pesawat, lagi lagi saya naik ke paling belakang.

===== Bersambung ya, Kepanjangan =====
Bersambung ke >>> Day 1 Part 2

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar, Tanggapan, atau Membuka ruang diskusi, yang penting jangan ada iklan Viagra, Pinjam Duit, atau Nomor Togel Mbah Somplak -___-" Hahaha

My Instagram