Social Icons

Nasionalisme Sosmed



China bangga dengan Weibo (baca: Wei Po), Jepang bangga dengan LINE dan Misi mereka, Korea Selatan bangga dengan KakaoTalk. Yap ketiga negara tersebut dari dulu sampai sekarang terkenal dengan nasionalisme dalam segala bidang dan saling bersaing, contohnya dalam industri otomotif, teknologi, elektronik, dan lain-lain. 

Di tambah dengan dukungan warga negaranya yang menjadikan produk mereka mampu bersaing dalam negeri dan menancapkan kukunya di kancah internasional. Bayangkan Weibo saja belum bisa aktif di Indonesia, padahal warga keturunan Tionghoa di Indonesia banyak, berbeda kasusnya dengan Malaysia dan Singapura. Saya sendiri sampai komplain di Google Play Weibo soal hal ini.

Maksud dari tulisan di atas apa ya.... Sebenarnya saya ingin mengajak teman teman untuk bisa meningkatkan rasa nasionalisme juga, kalau untuk elektronik pasti pada alasan duit. Kali ini saya ajak buat menggunakan aplikasi sosial media buatan anak bangsa aja deh, cuman modal kuota aja, aplikasi gratis kok, malah belum ada fitur beli beli stiker, bahkan teman teman (termasuk saya) rela beli stiker cuman buat bikin keren perpesanan.

Coba bayangkan kita punya aplikasi lokal yang bisa kita banggakan, kita nggak kalah dengan Weibo nya China atau Line Jepang yang udah mendunia. Kalaupun ada problem dari aplikasinya yang belum sempurna, teman teman malah enak menyampaikan komplain dengan bahasa ibu kita bahasa Indonesia tanpa perlu di Inggris kan. Modal kuota, modal tulis komentar, pasti tim developer nya bakal mendengar dan melakukan update. 

Semua bisa kalau kita mau kok. Dulu awal awal munculnya Instagram pasti masih agak aneh, atau muncul Path, tapi lama kelamaan dan didukung dengan trend masyarakat luas, pada berbondong-bondong menggunakan aplikasi tersebut. Nah gimana caranya kita juga gitu, banyak sosmed lokal yang kalau kita ramaikan dan kasi feedback pasti bisa bagus dan kita bangga dengan sosmed buatan lokal. Jangan mindset kita dibikin yang impor selalu lebih bagus dong. 

Kita harus punya mental kaya orang China, Jepang, atau Korea Selatan yang terus berkembang, berinovasi, dan gak mau kalah satu sama lain, bahkan nasionalisme yang terbangun di penduduk nya mampu mendukung itu.

Kita punya Kaskus yang untuk ukuran Indonesia udah keren, tapi mungkin bukan untuk semua kalangan, tapi sudah punya nama yang besar. Kita punya Sebangsa, sosmed dari Jogjakarta yang seperti Twitter atau Weibo modelnya, Yougrt aplikasi kencan kali ya, atau Catfiz yang bermain di messenger. Dan banyak lagi yang mungkin belum saya tau. Saya pakai sebangsa dan saya suka, Indonesia banget, masalahnya cuman satu, inner circle dan teman teman yang lain nggak ada yang makai jadinya tetap sendirian saja. Padahal kalau ramai bakal keren banget. Kalau di sebangsa boleh lah ya di follow saya disana.

Saya berharap banget kalau suatu saat kita bisa rame ini sosmed lokal, supaya kita punya sesuatu yang jadi milik kita, kokoh tidak di akuisisi asing, dan bahkan bisa membuka lebih banyak pekerjaan karena semakin besar akan semakin banyak inovasi dan membutuhkan lebih banyak pekerja. Jadi winwinsol kan.

Kita bisa dengan bangga menjadi pengguna terbesar entah ke berapa di Facebook, Twitter, Instagram ataupun sosmed yang lain. Itu artinya kita punya kemampuan untuk menjadi mayoritas. Kenapa kita gak bisa menjadi mayoritas untuk sosmed negara kita sendiri.

Yuk kita pakai sosmed lokal, ramaikan, kasi feedback apabila kurang, supaya bertaji di dalam negeri bahkan di luar negeri. 

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar, Tanggapan, atau Membuka ruang diskusi, yang penting jangan ada iklan Viagra, Pinjam Duit, atau Nomor Togel Mbah Somplak -___-" Hahaha

My Instagram