Social Icons

Selasar 18 Apa Kabar Teluk Balikpapan



Hallo, ketemu lagi dalam kesempatan yang berbahagia ini, Halah... Oke langsung aja ya. Kali ini bahasannya tentang ikut nimbrung lagi dalam kegiatan yang bermanfaat, yaitu Selasar 18 dengan thema Apa Kabar Teluk Balikpapan, yang di selenggarakan oleh Pena dan Buku Balikpapan pada 23 Januari 2018. 


Kalau pada baca artikel saya bulan lalu, saya ikut juga nimbrung di Selasar ke 17 yang waktu itu dengan tema Kekerasan Seksual Pada Anak. Nah jadi tujuan Selasar ini lebih ke membuka forum diskusi atas permasalahan yang terjadi di Balikpapan, tentunya dengan menghadirkan narasumber yang memahami permasalahan yang di angkat. Nah kali ini yang di bahas tentang Teluk Balikpapan, emang ada apa sih disana? Kenapa jadi masalah. Itulah yang dibahas disini.

Sebenernya saya datang telat. Kegiatan ini mulai jam 19.30 dan saya datang jam 21.00 karena sebelumnya ikut lari sama komunitas lari. Ketika saya datang, ternyata ramai sekali. Wah berarti banyak yang antusias. Oh iya narasumber nya kali ini Pak Ishak Yasir, Seseorang Peneliti Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pak Mappasalle, Koordinator Forum Peduli Teluk Balikpapan.



Karena telat, saya ketinggalan hampir satu sesi nya Pak Ishak, jadi cuman nyimak materi yang disampaikan narasumber satunya. Masalah lingkungan yang mendera Teluk Balikpapan ternyata jauh lebih dari yang saya pikirkan. Ketika saya pikir daerah itu aman-aman saja, ternyata nggak. Mulai dari sampah hingga pembangunan kawasan industri yang menghantam hutan mangrove yang ada disana, belum lagi semua itu akan berdampak ke ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ada disana. Belum lagi juga pembangunan jembatan yang menghubungkan Balikpapan. Dengan Penajam Paser Utara yang juga menimbulkan masalah yang sama. Hingga hubungan dengan penyalahgunaan wewenang kekuasaan yang mungkin (ini opini saya) ikut memberikan dampak terhadap apa yang terjadi disana.

Oh iya di tengah diskusi, tiba tiba angin kencang dan dilanjutkan dengan hujan angin. Walaupun sempat membuat panik karena di area terbuka, tetapi nggak mengurangi semangat yang hadir untuk melanjutkan sampai selesai. Malah gara gara hujan diskusinya di lanjutkan.

Opini Saya

Secara keseluruhan materi ini menarik, membuka wawasan saya sama sekali. Apalagi juga melibatkan sudut pandang yang berbeda. Namun penjelasan mengenai data, kemudian hal hal yang saya nggak pernah temui dalam kehidupan sehari hari. Menjadikan saya agak berpikir untuk mencerna maksudnya gimana. Tapi sebagai orang awam saya tertarik dan sangat membuka wawasan.

Ada hal yang sedikit mengganggu saya adalah attitude orang yang bertanya. Sekali lagi ini opini saya aja jadi jangan dijadikan kesimpulan. Saya nggak peduli siapa yang nanya. Ketika kita bertanya, pertanyaannya bagus bahkan tak pernah terpikirkan atau terlintas di dalam pikiran saya ini. Saya sampai takjub dengan pemikiran pertanyaan yang begitu luas. Namun ketika pertanyaan selesai di lemparkan dan di jawab, sangat terlihat gerak tubuh tidak memperhatikan. Mata yang tidak melakukan kontak, sibuk dengan kegiatannya sendiri, sementara narasumber terus menjelaskan apa yang harus dijawab oleh pertanyaan itu. Mungkin terlihat hal kecil, tapi hal kaya gini menunjukkan kita nggak menghargai orang yang kita tanya. Padahal pertanyaannya bagus. Sehingga seakan akan seperti sudah tahu dengan jawaban dari pertanyaan itu. Padahal, saya bukan penanya, saya terbuka wawasannya, karena saya nggak pernah berpikir sejauh itu.


1 komentar

Silahkan Komentar, Tanggapan, atau Membuka ruang diskusi, yang penting jangan ada iklan Viagra, Pinjam Duit, atau Nomor Togel Mbah Somplak -___-" Hahaha

My Instagram