Social Icons

Susah Banget di Ajak Tertib Lalu Lintas (Repost)





Susah banget diajak disiplin!! Ungkapan ini mungkin udah lama banget ya melekat di sekitar kita, dan itu udah jadi pembiaran setiap hari, masuk kiri keluar kanan. Ngomel kalo orang lain nggak disiplin tapi lupa berkaca sama diri sendiri udah disiplin belum.

Kali ini saya mau lebih fokus untuk masalah berlalu lintas. Kenapa saya ambil topik ini adalah karena saya seneng dengan warga Balikpapan yang udah aware dengan kebersihan. Hal itu terbukti dengan Raihan Adipura yang udah hampir tiap taun. Tapi kenapa kok belum di tunjang dengan disiplin berkendara yang baik. Nggak semua kok, ya yang namanya oknum emang selalu ada dan ngerusak citra banget.

Rambu-rambu lalu lintas, atau biasa dikenal dengan lampu merah inilah yang biasa jadi tempat indisipliner para pengendara. Gak cuman satu, tapi berjamaah men, udah jadi kebiasaan dan toleransi bersama kali ya. Saya punya pengalaman menarik di Lampu Merah kawasan Rapak, Simpang 5 dan KM. 0 nya Kota Balikpapan. Ada satu spot yang emang jadi tempat indisipliner masal. Letaknya dari arah Karanganyar ke kota atau ke Gunung Pipa. Kalau liat gambar pasti tau deh.



Dokumen Pribadi


Coba aja perhatiin foto saya di atas, apa tulisannya bro, "Belok Kiri IKUTI Isyarat Lampu" yang harusnya ikut berhenti dong kalau lampu sedang merah merona. Tapi fakta di lapangan enggak. Saat saya berhenti dengan sengaja, orang yang dibelakang saya jadi gemes gimana gitu, saya cuek aja. Sampai akhirnya mereka, iya mereka karena banyak, nyalip saya via trotoar.

Daaan. The power of emak emak emang bener adanya, asli banget saya kena semprot ibu ibu naik motor, anaknya 2 gak pake helm, naik trotoar, nyemprot saya dengan bilang

"MAS, KALAU BELOK KIRI LANGSUNG BELOK AJA!!!" (dengan nada ketus)

Sedih banget euy ditegur emak emak begitu. Saya sampai berharap plang di atas berubah tulisan jadi "BELOK KIRI JALAN TERUS" tapi ternyata itu nggak terjadi. 

Pasti sebagian orang merasa saya munafik banget ya sok sok taat peraturan. Tapi kalau bukan kita yang generasi muda, berpendidikan lagi, harus siapa. Toh ini juga cuman disuruh berhenti bentar, 1 menit aja kok perhitungan ya.

Saya sih sangat berharap kedepannya ayolah seluruh masyarakat mentaati lalu lintas, 1 menit aja kok disuruh berhenti, kenapa kalau ada polisi aja baru disiplin. Tapi nggak takut sama Tuhan yang ngawasin kita setiap hari. Bisa jadi ada yang nggak iklas sama kelakuan kita yang melanggar lalu lintas, walaupun itu hal simpel kaya di atas, bisa jadi rezeki kita terhambat dari situ.

Ayolah kapan bangsa kita mau maju kalau disiplin aja masih pilih pilih. Termasuk disiplin berlalu lintas loh, bandingkan aja cara berkendara disini dan di luar, cara mereka tetap memberi jalan kepada kendaraan EMERGENCY lewat walaupun itu ditengah kemacetan. Itu kan keren banget. Yuk mulai disiplin berkendara, 1 meniiiit aja stop di Lampu merah.

============================

Saya mulai belajar mematuhi lalu lintas saat saya sedang ngurus beasiswa di Samarinda, ya nggak dapat sih beasiswanya hahaha.

Ini bahas apa ya?

Iya waktu itu saya jadi pendatang yang nggak bawa motor. Pas jalan di trotoar saya di klakson beribu motor (alay) dan terpaksa saya minggir. Ya Alloh itu menyakitkan hati banget loh. Dari situ saya janji sama diri saya sendiri untuk nggak lagi lewat trotoar, dan mematuhi lalu lintas. Anggap aja metode pendisiplinan terhadap diri sendiri aja.






======
Di unggah ulang karena permasalahan di blog yang lama :)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar, Tanggapan, atau Membuka ruang diskusi, yang penting jangan ada iklan Viagra, Pinjam Duit, atau Nomor Togel Mbah Somplak -___-" Hahaha

My Instagram