Reading
Add Comment
Dari kuliah saya pengen banget yang namanya investasi di Reksa Dana. Waktu itu mikirnya supaya cepet kaya, hahaha. Tapi semakin dewasa (hmm) saya menemukan tujuan investasi saya adalah untuk keberlangsungan hidup jangka panjang saya, plus bisa di mulai dengan nominal yang bisa dibilang terjangkau (bilangnya siapa?) yakni Rp. 100 ribu. Namun, keinginan itu harus pupus karena waktu kuliah pasokan dana dari Menteri Keuangan (baca = emak) nggak cukup kalau harus di alihkan ke investasi. Nah, karena sekarang Alhamdulillah yah udah kerja (ciee udah kerja), jadilah saya mulai mewujudkan salah satu list impian saya, yaitu buka Reksa Dana.
Saya tipikal orang yg melek teknologi, apa-apa cari di internet sebagai pembading dan saran. Saya nggak begitu percaya 100% sama omongan orang sebelum dia ngelakuin. Saya nemu IPOT fund (IndoPremier Securities) dan Bareksa sebagai acuan calon investasi saya, serta blog – blog yang ngebahas tentang reksadana. Khusus blog tersebut saya saranin banget deh buka blognya mas Riza Alhusna (riza-alhusna.blogspot.com) bahasanya mudah banget dingertiin, apalagi yang baru tertarik dunia investasi macam saya. Saya berharap dikasih komisi 50% nih sama Mas Riza untuk setiap link yang dibuka dari sini, hahaha becanda, 20% lah, loh.
Ada banyak banget Agen Penjual Reksa Dana (APERD) yang dapat ijin dari OJK (Ojek, bukan, tapi Otoritas Jasa Keuangan, bray). Nah biasanya berupa Perusahaan Sekuritas dan Bank. tinggal pilih aja mau beli di mana, Kalau di kota kamu nggak ada sekuritas ya musti ke bank, dan musti yang besar kalau mau beli RD. Tiap bank jualannya gak sama loh, ada produk yang di jual di Bank A, tapi tidak di Bank B, dst. Jadi daripada mondar mandir, cukup say “OK Google” You found it, hahah. Hidup jaman sekarang mudah banget ya bray.
List APERD dari OJK
![]() |
| Sumber : Bareksa.com |
Nah buat kamu yang sekiranya tertarik untuk investasi RD, tips berikut bisa ngebantu kamu untuk yes or no to RD, tips ini banyak banget kok kalo kamu goooogling, kurang lebih sama aja. Yang pasti ini tips dari seorang amatiran yang baru nyemplung ke air, eh ke RD.
Tentukan Tujuan Keuangan
Yang penting dari semua itu adalah, apa tujuannya beli RD, kalo saya punya tujuan untuk jangka menengah dan jangka panjang, buat pencapaian tujuan hidup dan masa depan saya. Saya proyeksikan minimal 10 tahun dari sekarang hingga umur pensiun. Tujuan tiap orang beda-beda ya, jadi nggak bisa kita ikutin tujuan orang lain di tujuan hidup kita. Kamu harus punya hitung-hitungan sendiri sama tujuan keuangan kamu. Kalau nggak punya tujuan nanti bingung, mending diurungkan aja dulu.
Pilih RD Sesuai dengan Tujuan Keuangan
Kalau udah nentuin untuk apa dan berapa lama, kamu bisa tuh milih RD yang sekiranya sesuai buat kebutuhan kamu. Nah, di RD itu ada 5 jenis, Pasar Uang (Money Market), Pendapatan Tetap (Fix Income), Campuran (Balance), Saham (Equity), dan Terproteksi. Kita lupakan aja yang terakhir. Apa bedanya? Yuk cus.
- Pasar Uang, cocok buat kamu yang mau coba-coba investasi dengan jangka waktu kurang dari setahun, atau buat kamu yang nggak mau ambil resiko besar di RD tapi ingin dapat pengembalian yang lebih besar dari deposito Bank. RD ini bisa dipilih, kalau baca-baca kira-kira returnnya 5 – 7 % setahun.
- Pendapatan Tetap, cocok buat kamu yang mau investasi dengan jangka waktu 3 – 5 tahun, atau udah berani ambil resiko tapi ya nggak gede-gede amat ya. Returnnya 7 – 10% pertahun.
- Campuran, kenapa namanya campuran, karena emang aset kita di investakan pada berbagai jenis, baik di saham, obligasi, maupun pasar uang. Cocok untuk investasi jangka 5 – 10 tahun. Return pengembaliannya 13 – 15% pertahun. Resiko sudah mulai tingkat menengah.
- Saham, Inilah kasta tertinggi dari tujuan RD kamu, kalau kamu mau jangka panjang, maka sahamlah pilihannya. Optimal untuk investasi >10 tahun dengan tingkat return 20-25% pertahun. Tapiii... High Return juag di barengin sama High Risk loh, resikonya terbilang gede, makanya kalau lagi turun jangan kaget, siapatau besok-besok quantum leap, hahaha.
Nah dari sini udah bisa nentukan mau ambil yang mana, tapi pilihan di atas gak mengikat loh. Maksudnya gini, kalau kamu mau invest > 10 tahun dengan pasar uang, itu gak masalah, itu pilihan kamu, tiap orang punya tujuan beda-beda. Mungkin kamu tipikal yang konservatif dan hanya mau menjaga duit kamu supaya dapat pengembalian yang lebih tinggi dari bank dan gak mau kehilangan karena resiko yang besar. Intinya semua kembali ke pilihan.
Oh yaa, RD itu ada yang Rupiah maupun Dollar, silahkan pilih yang menurut kamu juga menjanjikan, hanya saja... memang yang dollar butuh nominal investasi yang lebih tinggi dari rupiah. Kalau ada yang pengalaman ambil dengan USD boleh dong share di bawah. hihihi
Satu lagi RD juga sama kaya bank, ada yang konvensional dan syariah. Kalau kamu nggak masalah sama yang konvensional, silahkan untuk ambil yang konvensional. Kalau kamu mau yang syariah, dimana dana kamu akan diinvestasikan di sektor yang tidak mengandung ribawi, haram, dll, silahkan pilih yang syariah. Kalau ini kan kembali ke prinsip. Saya sendiri pun masih punya keraguan sedikit mengenai hukum RD dalam agama saya, walaupun RD yang saya ambil adalah syariah. Saya berkeyakinan bahwa kalau MUI mengizinkan Inshaa Alloh nggak papah. Bukan saya berpatokan sama MUI, tapi saya yakin ilmu agamis mereka lebih abik daripada saya.
Pilihlah Manager Investasi
Nah kalau sudah punya tujuan dan udah tau kira-kira mau ambil apa, pilih manager investasi (MI) yang tepat supaya hasilnya nanti sesuai dengan apa yang kamu targetkan. Kalau pilihanmu syariah atau dollar, malah lebih enak lagi karena pilihannya belum sebnayak yang konvensional. Apasih MI itu? Jadi MI itu adalah perusahaan yang akan mengelola dana kita, mereka menawarkan produk-produk RD sesuai dengan kebutuhan.
Pilihlah yang sekiranya secara historis kinerjanya bagus, gimana lihatnya? Lihat grafiknya, pertumbuhan dari tahun ke tahun gimana, seeggaknya ini jadi bahan pertimbangan kamu, apalagi kalo dia udah ngelewatin masa-masa krisis kaya 1998 dan 2008, kalau tetep survive bolehlah masuk list. Walaupun hal itu belum bisa jadi acuan ke depannya.
Kemudian, liat asset under management (AUM) / dana kelolaan, biasanya sih berbanding lurus ya kinerja perusahaan dengan AUM (dan NAB). Semakin banyak dana kelolaan berarti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk RD tersebut juga besar.
Terakhir, Nilai Aktiva Bersih (NAB), atau harga per unit RD, biasanya pertama dilepas dengan harga Rp. 1000, seiring perjalanan waktu dan kinerja MI, harganya bisa naik bisa turun. Nah jadi, jangan patokan sama NAB saja. Bayangkan ada RD yang udah hampir 20 tahun, nilai NAB nya Rp. 2500 an, sementara produk yang lain dengan umur yang sama NAB nya sudah Rp. 37000 an, kan sayang banget kalau dana yang kita investasikan tidak bertambah secara optimal karena kurangnya kinerja MI. Jadi penting banget untuk lihat AUM, NAV, dan Kinerja perusahaan investasi tersebut.
Belilah Reksa Dana
Okeh, tujuan sudah, pilih jenis RD sudah, pilih MI yang sesuai sudah. Terus apalagi dong. Kalo sudah yah tinggal EKSEKUSI dong. Carilah tempat dimana beli RD, di atas udah saya jabarin bahwa hanya mereka yang terdaftar di OJK saja yang boleh menjual produk RD. Bisa ke Manager Investasi langsung, atau kalau nggak ada bisa melalui bank dimana kamu menabung (kalau menjual). Atau kalau mau tinggal klik klik, kamu bisa beli via IPOT Fund atau Bareksa. Gampang kan. Bisa beli dengan metode lump sum (sekali beli dengan jumlah besar) atau Auto Invest dengan pendebitan via rekening setiap tanggal yang ditentukan tiap bulan.
Last, But Not Least
Ini gak kalah penting, KONSISTENSI, yah ini perlu banget, percuma kalau udah semangat di awal tapi eksekusinya kurang maksimal, apalagi untuk tujuan masa depan yang udah kamu buat. Kamu nggak sendirian kok, ada saya dan jutaan orang di Indonesia yang sedang berusaha konsisten berinvestasi untuk masa depan. gak papah bersusah suah dikit tapi menikmati hasilnya di masa depan.
Akhir kata, tsaah formal; banget euy. Happy Investing.
=====================
Investasi
"Mas, nulis gini emang udah beli Reksa Dana ya?"
"Udah, Dong"
"Kalau boleh tau RD apa dan beli dimana?"
"Saya beli RD saham, produknya BNP Paribas Investment Partner, yaitu BNP Paribas Pesona Syariah, beli di CIMB Niaga"
"Oh, Oke, posting dong mas"
"Nanti ya"
"*Cium Abang"
Gue Matik
"Udah, Dong"
"Kalau boleh tau RD apa dan beli dimana?"
"Saya beli RD saham, produknya BNP Paribas Investment Partner, yaitu BNP Paribas Pesona Syariah, beli di CIMB Niaga"
"Oh, Oke, posting dong mas"
"Nanti ya"
"*Cium Abang"
Gue Matik


0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar, Tanggapan, atau Membuka ruang diskusi, yang penting jangan ada iklan Viagra, Pinjam Duit, atau Nomor Togel Mbah Somplak -___-" Hahaha